Bahayakah Berolahraga dengan Perut Kosong Untuk Turunkan Berat Badan

Cara Melakukan Pemanasan Yang Benar Sebelum Melakukan Olahraga

Cara Melakukan Pemanasan Yang Benar Sebelum Melakukan Olahraga

Tahukah kamu? Pemanasan merupakan sebuah tahap yang tak boleh sampai dilewatkan olej kami sebelum melakukan olahraga, untuk menghindari terjadinya cedera saat kamu melakukan olahraga.

Tak hanya berfungsi untuk menghindari diri dari pertistiwa cedera, pemanasan juga bermanfaat memaksimalkan olahraga utama yang akan kamu lakukan.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara melakukan pemanasan yang benar sebelum melkaukan olahraga? Penasaran? yuk simak penjelasan berikut ini.

Cara Melakukan Pemanasan Yang Benar Sebelum Melakukan Olahraga

Cara Melakukan Pemanasan Yang Benar Sebelum Melakukan Olahraga

1. Pemanasan Pasif

Pemanasan pertama yang dapat kamu lakukan disebut dengan pemanasan pasif, biasanya dilakukan sendiri tanpa pasangan.

Pemanasan jenis ini dilakukan dengan cara berdiri, kemudian pinggang disandarkan ke tembok. Lalu, pasangan dapat mengangkat kaki serta meregangkan hamstring.

Tujuan dari pemanasan pasif yakni membantu untuk mengurangi kelelahan otot, rasa nyeri usai berolahraga sehingga mencegah terjadinya kejang otot.

2. Pemanasan Dinamis

Pemanasan kedua yang juga bisa kamu lakukan yakni disebut dengan pemanasan dinamis, yang biasanya dalam pelaksanaannya membutuhkan pengendalian kaki dan tangan yang dilakukan secara perlahan.

Ketika kamu melakukan pemanasan yang bersifat dinamis, tubuh akan cenderung bergerak dengan kecepatan yang bertahap dan perlahan.

Peningkatan kecepatan ketika melakukan pemanasan dinamis, dapat dilakukan secara bersamaan maupun bertahap. Lakukanlah senyamannya.

3. Pemanasan Statis

Jenis pemanasan yang ketiga, adalah pemanasan statis. Pemanasan satu ini perlu dilakukan mulai dari ujung kepala hingga kaki dan tidak melibatkan banyak gerakan ketika dilakukan. Pemanasan statis, banyak dilakukan terutama dalam proses pembelajaran olahraga di sekolah.

Contohnya seperti gerakan memutar kepala hingga peregangan kaki yang dilakukan selama 30 detik. Gerakan pada pemanasan statis pun lebih ringan, serta tidak menyakitkan.

4. Pemanasan Aktif Terisolasi

Jenis pemanasan berikutnya yang juga dapat kamu lakukan sebelum melakukan olahraga adalah Pemanasan Aktif Terisolasi, yang bisanya dilakukan oleh seorang pelatih dan para atlet.

Pemanasan aktif terisolasi bertujuan untuk dapat melatih otot tubuh, sehingga hanya dilakukan oleh orang-orang yang ahli saja.

Contoh gerakan dari pemanasan aktif terisolasi adalah dengan meletakan kaki di atas dalam posisi tertidur, lalu menahan kaki dalam posisi tersebut selama beberapa detik.

5. Pemanasan Balistik

Tak hanya pemanasan terisolasi, pemanasan Balistik juga bisa kamu lakukan sebelum kamu melakukan aktivitas olahraga utama.

Namun, kamu harus hati-hatiya dalam menjalankan pemanasan yang satu ini, pasalnya jika tak dilakukan dengan benar dapat menyebabkan cedera. Itulah mengapa balistik umumnya dilakukan oleh para atlet yang sudah professional.

Pemanasan balistik, dilakukan dengan cara mendorong bagian tubuh dengan melewati batas pada pergerakan normal.

Walaupun terdengar berbahaya dan harus dilakukan dengan hati-hati, pemanasan balistik ini memiliki manfaat untuk dapat membuat otot menjadi lebih regang sehingga pergerakan yang dilakukan ketika berolahraga akan meningkat.

6. Pemanasan Isometrik

Sebenarnya pemanasan yang satu ini hampir sama dengan pemanasan pasig, yakni latihannya dapat dilakukan bersama dengan pasangan.

Pemanasan isometrik adalah pemanasan yang dilakukan dengan cara menahan posisi gerakan pemanasan selama beberapa waktu.

Gerakan pemanasan isometrik dapat dilakukan bersama pasangan, apabila merasa kesulitan ketika harus menahan gerakan tertentu.

Contohnya seperti mengangkat kaki dengan tinggi. Pasangan perlu membantu menahan kaki, dan gerakan kaki perlu ditekan ke arah yang berlawanan.

7. Propriosepsi Neuromuscular

Jenis pemanasan terakhir yang dapat kamu lakukan sebelum melakukan olahraga adalah Propriosepsi Neuromuscular, yakni sebuah gerakan pemanasan yang menjadi gabungan dari beberapa jenis pemanasan lainnya, seperti pemanasan pasif, isometri beserta pemanasan statis.

Gerakan pada pemanasan propriosepsi neuromuscular perlu dilakukan secara bersamaan, sehingga seseorang dapat mencapai tingkat kelenturan otot yang tinggi. Sesuai dengan tujuan dari pemanasan ini, pemanasan propriosepsi neuromuscular merupakan latihan fleksibilitas serta kelenturan otot.

Komentar