5 Makanan Pagi Hari yang Baik Dikonsumsi Setelah Olahraga

Lempar Lembing, Teknik Pegangan, Posisi Melempar, dan Cara Lemparan


RAGAOLAH
- Lempar lembing adalah salah satu cabang olahraga dalam atletik yang menuntut keterampilan dan kekuatan saat melempar. Medianya disebut lembing, yaitu sejenis tombak, tapi lebih ringan dan kecil. Jika diperhatikan ada kemiripan dengan cabang olahraga lain yaitu tolak peluru.

Tujuan dari lempar lembing ini adalah mencapai jarak lemparan lembing dengan jarak yang sejauh-jauhnya. Untuk mencapai jarak maksimum terbaik, atlet harus menyeimbangkan tiga hal, yaitu kecepatan, teknik dan kekuatan. Seperti yang pernah disarankan oleh mantan atlet Chris John sebaiknya melakukan gerakan pemanasan sebelum olahraga.

Lembing yang dipergunakan berukuran panjangnya 260 sentimeter hingga 270sentimeter untuk putra dan 220 sentimeter hingga 230 sentimeter untuk putri. Lembing yang digunakan berbobot 800 gram untuk putra dan 600 gram untuk putri.

Lembing juga dilengkapi dengan pegangan sepanjang 20 sentimeter dan ujungnya tajam terbuat dari logam. Konstruksi lembing terdiri dari mata lembing, badan lembing dan tali pegangan lembing. Tali pegangan lembing adalah tali yang akan dilitkan di tengah badan lembing yang lebarnya untuk putra 150 milimeter sampai 160 milimeter, sedangkan untuk putri 140 milimeter sampai 150 milimeter.

Teknik Pegangan

Teknik pegangan lembing akan berpengaruh terhadap jauhnya lemparanTeknik pegangan lembing, ada 3 (tiga) macam tehniknya yaitu,

Model Finlandia yaitu dengan cara pegangan ibu jari dan ruas jari tengah ada di belakang ikatan, sedang jari telunjuk memanjang pada badan lembing. Pegangan ini paling umum digunakan oleh atlet-atlet lempar lembing, karena pegangan ini paling sangat mudah digunakan dan memungkinkan pengendalian yang baik terhadap lembing.  

Model Amerika yaitu pegangan yang dilakukan dengan ibu jari dan telunjuk berada di belakang tali ikatan lembing, jari-jari yang lain ada di tali ikatannya. Pegangan ini sangat jarang digunakan karena cukup sulit untuk dilakukan.  

Model cengkraman V dilakukan yaitu dengan cara lembing dipegang di antara ibu jari telunjuk dari jari tengah. Pegangan ini membantu mencegah terjadinya cedera siku.

Ketika menghadap ke arah lemparan, bahu badan dan pinggul harus lurus ke depan. Lembing mengarah ke arah lemparan. Menggerakan lembing ke belakang dengan tangan lurus di mana ujung lembing diangkat mengarah ke sudut lintasan. Bahu berpuar 90 derajat  kekanan dan pinggul tetap menghadap ke arah lemparan.

Posisi Melempar

Lalu kaki kiri melangkah ke luar dengan posisi melempar dengan tumit hingga menyentuh permukaan tanah terlebih dahulu. Pinggul berputar ke kanan sehingga pinggul sebelah kiri diarahkan ke arah lemparan. Kaki yang berada di belakang ditekukkan pada lutut dan diputar ke arah samping luar. Tubuh pun dimiringkan ke belakang dan tangan yang melempar harus diluruskan sepenuhnya.

Cara Lemparan

Kemudian lutut kanan diputar dengan kuat ke arah lemparan dan memaksa pinggul badan bergerak ke arah yang sama. Kemudian pinggul diikuti oleh dada, didorong ke depan dengan paksa sehingga tubuh menjadi seperti busur yang lentur.

Tangan yang memegang lembing bertindak sebagai ujung tolakan yang ditarik ke depan pada kecepatan tinggi di atas bahu badan. Segera tubuh digerakan ke atas kaki kiri yang lurus, dan lembing dilepaskan mengarah di depan kepala.

Ketika lembing dilepaskan, maka terus bergerak ke depan dengan membawa kaki kanan menuju ke depan dan segera menempatkannya di depan kaki kiri. Gerakan ini dilakukan untuk menahan gerakan maju kaki dan mencegah melakukan pelanggaran lempar lembing.  

Aturan permainan untuk segala ukuran, bentuk, berat dan pusat gravitasi dari lembing ditentukan oleh aturan dari International Association of Athletics Federations (IAAF).

Komentar